Fish

Senin, 12 Maret 2012

Modal Ventura Syariah

A.    Latar Belakang timbulnya Modal Ventura Syariah
Pemerintah Indonesia dalam perkembangannya berusaha memasyarakatkan pola penyertaan modal yang dapat membantu usaha kecil, menengah, dan koperasi dengan mendirikan perusahaan modal ventura. Sampai dengan akhir tahun 1998, perusahaan modal ventura berdiri di 27 Profinsi yang ada di Indonesia (di luar perusahaan modal setiap daerah tingkat II) yang ada di setiap provinsi, semua berinduk dengan PT. Bahana Artha Ventura karena PT. Bahana Arta Ventura sebagai pemilik saham terbesar dan salah satu anak perusahaan dari PT.Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI).
Perusahaan Modal Ventura sebagai sarana pembiayaan memiliki peluang besar untuk mengembangkan usaha kecil, menengah dan koperasi karena mempunyai karakteristik yang tidak dimiliki oleh perusaah lainnya. Seperti misalnya kedudukan p karena PT. Bahana
Arta Ventura sebagai pemilik saham terbesar dan salah satu anak perusahaan dari
PT. Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI).
Perusahaan Modal Ventura sebagai sarana pembiayaan memiliki peluang besar untuk mengembangkan usaha kecil, menengah dan koperasi karena mempunyai karakteristik yang tidak dimiliki oleh perusaah lainnya. Seperti misalnya kedudukan Perusahaan Modal
Ventura bukan hanya akan terlibat dengan menginvestasikan modalnya, melainkan
sekaligus juga ikut berperan aktif dalam manajemen perusahaan yang di bantunya.
Karena Perusahaan Modal Ventura itu sendiri dikelola secara professional, maka hal ini akan memberikan dampak kepada pengusaha kecil yang pada umumnya dikelola secara
tradisional, berangsur-angsur akan menjadi professional. Keistimewaan perusahaan modal ventura yang dapat dimanfaatkan untuk menegakkan pola usaha yang lebih adil dan merata adalah karena sifatnya yang tidak akan pernah melakukan investasi secara perrmanen. Hanya berkisar sekitar antara 1-5 tahun sesuuai dengan kesepakatan. Setelah masa itu berlalu, perusahaan modal ventura dapat melakukan divestasi kepada pengusaha yang membantunya, yang berarti hasil usahanya akan dimanfaatkan kembali oleh yang membantunya dan ini akan
menumbuhkan sikap professional bagi usaha kecil, menengah dan koperasi.


B.     Tentang Modal Ventura Syariah
Modal Ventura Syariah adalah suatu pembiayaan dalam penyertaan modal dalam suatu perusahaan pasangan usaha yang ingin mengembangkan usahanya untuk jangka waktu tertentu (bersifat sementara).
Modal ventura merupakan bentuk penyertaan modal dari perusahaan pembiayan kepada perusahaan yang membutuhkan dana untuk jangka waktu tertentu. Perusahaan yang diberi modal sering disebut sebagai investee, sedangkan perusahaan pembiayaan yang memberi dana disebut sebagai venture capitalist atau pihak investor.
Penghasilan modal ventura sama seperti penghasilan saham biasa, yaitu dari dividen (kalau dibagikan) dan dari apresiasi nilai saham dipegang (capital gain). Dari pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa Modal Ventura Syariah yakni penanaman modal dilakukan oleh lembaga keuangan Syariah untuk jangka waktu tertentu, dan setelah itu lembaga keuangan tersebut melakukan divestasi atau menjual bagian sahamnya kepada pemegang saham perusahaan.
Lahirnya perusahaan Modal Ventura telah memberi bantuan nyata kepada usaha kecil
menengah dan koperasi. Namun dalam upaya membina usaha khususnya pada para pengusahamasih banyak berbagai permasalahan yang ditemui diantaranya:
1.    Arah bisnis yang belum jelas, terutama untuk jangka panjang karena kebanyakan dari Perusahaan Pasangan Usaha masih berpatokan pada pengalaman masa lalu.
2. Modal kerja yang minim, sehingga perkembangan usahan menjadi lamban, disamping kurangnya pengetahuan tentang seluk beluk perkreditan maupun pembiayaan.
3. Manajemen yang belum profesional, adanya monitoring yang dilakukan oleh Perusahaan Modal Ventura selalu dicurigai.
4. Kurangnya tenaga kerja yang terampil, berakibat pada produk yang dihasilkan tidak kompetitif.
5.  Prospek pasar yang belum jelas (berorientasi produk).
6. Pemasaran kurang gencar dan cenderung cepat puas dengan pasar yang dimiliki.
7. Biaya produk tinggi, akibat kuantitas produk reatif kecil akibat daya serap pasar yang terbatas.
8.   Mutu produk yang masih rendah.
9.  Tidak teguh dan kurang ulet dalam menjalankan usaha.
10.  Pemanfaatan waktu yang kurang efisien dan kurang efektif.
Solusi Perusahaan Modal Ventura dalam menghadapi permasalahan yang ada antara lain:
1. Mengidentifikasi kebutuhan.
2. Membantu permodalan.
3. Memberi tenaga pendamping yang profesional dari Perusahaan Modal Ventura.
4. Memberikan pelatihan sesuai dengan kebutuhan usaha.
5. Membentuk kemitraan sesama pengusaha.
6. Membentuk jejaring (Net Working) diantara para pengusaha.
7. Memberikan teknologi yang tepat guna.
Adapun konsep perusahaan Modal Ventura Syariah adalah sebagai berikut:
a.      Mekanisme pembiayaan dalam Modal Ventura dilakukan dalam bentuk penyertaan modal.
b.    Metode pengambilan keuntungan dalam Modal Ventura dilakukan melalui bagi hasil atas keuntungan yang diperoleh kegiatan usaha yang dibiayai.
c.    Produk pembiayaan Modal Ventura dikeluarkan oleh lembaga keuangan bukan bank, yaitu perusahaan pembiayaan Modal Ventura.
d.   Jaminan dalam pembiayaan Modal Ventura tidak diperlukan, karena sifat         pembiayaannya lebih condong ke sebuah bentuk investasi.
e.    Sumber dana untuk pembiayaan Modal Ventura bisa berasal dari perusahaan Modal Ventura sendiri dan juga berasal dari pihak lain.
f.     Upaya penyelesaian apabila terjadi wanprestasi dalam pembiayaan Modal Ventura, baik yang dilakukan oleh perusahaan Modal Ventura maupun perusahaan pasangan usaha, maka upaya penyelesaiaannya dapat dilakukan melalui upaya damai, pengadilan negeri, dan lembaga arbitrase.
C.    Peran Manajemen Dalam Modal Ventura Syariah
Sama seperti lembaga-lembaga atau organisasi pada umumnya, lembaga Modal Ventura Syariah pun tak lepas dari peran serta manajemen dalam hal pengelolaanya. Sistem manajemen yang berlaku dalam pengelolaannya tak berbeda dari sistem manajemen yang ada pada lembaga-lembaga atau organisasi-organisasi lain, yang meliputi dari Planing, Organizing, Aktuating dan Controling.
a.       Planing
Dalam perencanaan ada beberapa faktor yang harus dipertimbangkan. Yaitu harus SMART yaitu Specific artinya perencanaan harus jelas maksud maupun ruang lingkupnya. Tidak terlalu melebar dan terlalu idealis. Measurable artinya program kerja atau rencana harus dapat diukur tingkat keberhasilannya. Achievable artinya dapat dicapai. Jadi bukan anggan-angan. Realistic artinya sesuai dengan kemampuan dan sumber daya yang ada. Tidak terlalu mudah dan tidak terlalu sulit. Tapi tetap ada tantangan. Time artinya ada batas waktu yang jelas. Mingguan, bulanan, triwulan, semesteran atau tahunan. Sehingga mudah dinilai dan dievaluasi.
Dari penjelasan tujuan dari Planing diatas, maka Planing dalam Lembaga Modal Ventura Syariah tentulah merencanakan sebuah program kerja yang akan dilaksakannya dalam lingkup permodalan terhadap para usaha kecil menengah dengan mempertibangkan beberapa faktor yang tersebut diatas. Sehingga tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan, semisal dengan minimnya tingkat keberhasilan dan pencapaian dari yang ditargetkan karena kurang matangnya perencanaan ini.
b.      organizing
Agar tujuan tercapai maka dibutuhkan pengorganisasian. Dalam perusahaan biasanya diwujudkan dalam bentuk bagan organisasi. Yang kemudian dipecah menjadi berbagai jabatan. Pada setiap jabatan biasanya memiliki tugas, tanggung jawab, wewenang dan uraian jabatan (Job Description). Semakin tinggi suatu jabatan biasanya semakin tinggi tugas, tanggung jawab dan wewenangnya. Biasanya juga semakin besar penghasilannya. Dengan pembagian tugas tersebut maka pekerjaan menjadi ringan. Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing. Disinilah salah satu prinsip dari manajemen. Yaitu membagi-bagi tugas sesuai dengan keahliannya masing-masing.
Dengan proses Organizing ini, pihak lembaga Modal Ventura Syariah menetapkan struktur organisasi kegiatan usaha permodalannya terhadap usaha kecil menengah tersebut dan Mengalokasikan sumber dana yang dimiliki, merumuskan dan menetapkan tugas, dan menetapkan prosedur yang diperlukan hal ini penting mengingat bagaimanapun organisasi adalah cara untuk melakukan pembagian tugas dan cara untuk mencapai tujuan perusahaan.
c.       actuating
Perencanaan dan pengorganisasian yang baik kurang berarti bila tidak diikuti dengan pelaksanaan kerja. Untuk itu maka dibutuhkan kerja keras, kerja cerdas dan kerjasama. Semua sumber daya manusia yang ada harus dioptimalkan untuk mencapai visi, misi dan program kerja organisasi. Pelaksanaan kerja harus sejalan dengan rencana kerja yang telah disusun. Kecuali memang ada hal-hal khusus sehingga perlu dilakukan penyesuian. Setiap SDM harus bekerja sesuai dengan tugas, fungsi dan peran, keahlian dan kompetensi masing-masing SDM untuk mencapai visi, misi dan program kerja organisasi yang telah ditetapkan.

d.      Controlig
Agar pekerjaan berjalan sesuai dengan visi, misi, aturan dan program kerja maka dibutuhkan pengontrolan. Baik dalam bentuk supervisi, pengawasan, inspeksi hingga audit. Kata-kata tersebut memang memiliki makna yang berbeda, tapi yang terpenting adalah bagaimana sejak dini dapat diketahui penyimpangan-penyimpangan yang terjadi. Baik dalam tahap perencanaan, pelaksanaan maupun pengorganisasian. Sehingga dengan hal tersebut dapat segera dilakukan koreksi, antisipasi dan penyesuaian-penyesuaian sesuai dengan situasi, kondisi dan perkembangan zaman.
Sebagaimman manfaatnya yang telah disebutkn diatas, Controling berfungsi sebagai suatu proses evaluasi tentang apakah proses Organizing dan Actuating telah terlaksana sesuai dengan apa yang sudah direncanakan, dan yang pastinya tidak melanggar dengan prosedur-prosedur yang ada apalagi sampai melanggar dengan aturan Syariat Islam. Serta proses terakhir dalam POAC ini berguna untuk mengoreksi kesalahan-kesalahan yang terjadi dalam pelaksanaan Permodalan yang seharusnya berjalan dengan aturan Syariat Islam, sehingga kesalahan tersebut dapat diperbaiki dan tidak terulang kembali.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar